Kamis, 09 Maret 2017

Awas Jangan Sembarangan Jika Membersihkan Telinga, Bisa Congek

{Alat|Pendengar|Alat|Pendengaran|Kuping} berfungsi sebagai alat pendengaran dan keseimbangan. {Supaya} kedua fungsi {hal yang demikian} berjalan, {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} {seharusnya|semestinya|patut|sepatutnya|wajib|mesti} dijaga. Sayang, banyak orang yang kadung salah dalam hal menjaga kebersihan {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}. {Semisal|Seumpama|Umpamanya|Contohnya}, {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}.

{Alat|Pendengar|Alat|Pendengaran|Kuping} terdiri dari {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} luar, tengah dan dalam. Ketiga {komponen} ini bekerjasama menangkap gelombang {bunyi} dan menjadikannya {suara} yang {kongkret|kongkrit|riil}. {Mulanya}, gelombang {bunyi} diterima oleh {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} luar. {Alat|Pendengar|Alat|Pendengaran|Kuping} luar sendiri terdiri dari daun dan liang {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}. “Daun {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} menampung {bunyi}, yang kemudian disalurkan ke liang {alat pendengar|alat pendengaran|kuping},” {terang} dr. Darnila Rani, Sp.THT dari RSCM.

Dari liang {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}, {bunyi} kemudian masuk ke {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} tengah {lewat|via|melewati} gendang {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}. Di belakang gendang {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}, terdapat tulang pendengaran yang {wujudnya|formatnya} menyerupai rantai. Tulang-tulang ini saling {berkaitan|terkait} pada sendi dan berfungsi mengantarkan gelombang {bunyi} {sampai} menggetarkan gendang dan {hingga} ke {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} dalam.

Di {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} dalam terdapat alat penerima yang disebut rumah siput. Di dalam rumah siput terdapat ujung-ujung {syaraf}, cairan, dan organ yang mengambang. Gelombang {bunyi} yang diantarkan gendang dan tulang {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} akan menggetarkan cairan dalam rumah siput, sehingga {membikin} organ yang mengambang bergerak dan {meraba} ujung-ujung {syaraf} pendengaran. {Pengerjaan|Pelaksanaan|Cara|Kerja|Progres} yang tadinya {menerapkan|memakai|mengaplikasikan} {energi|daya|kekuatan} mekanik kemudian diubah menjadi {energi|daya|kekuatan} listrik, dan {dikenalkan|diperkenalkan|diberi tahu|disajikan|dipersembahkan} ke otak sehingga kita mendengar {bunyi}.

Sementara sebagai alat keseimbangan, {pengerjaannya|pelaksanaannya|cara kerjanya|progresnya} lebih {rumit}. {Pengerjaan|Pelaksanaan|Cara|Kerja|Progres} terjadi di {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} dalam. {Alat|Pendengar|Alat|Pendengaran|Kuping} bekerjasama dengan organ lain seperti mata, sendi-sendi, otak dan lainnya. {Kalau|Jikalau|Bila|Apabila|Seandainya|Sekiranya} ada dua organ yang {tak} berfungsi, {karenanya} keseimbangan kita {bahkan|malah|malahan} akan {sirna}

Bahaya mengorek
{Wujud|Format} {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} dirancang untuk mengantisipasi masuknya kotoran. Liang {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} yang bersudut {membikin} kotoran, seperti debu atau serangga, {susah} menembus {komponen} yang lebih dalam. Tugas menghalau kotoran juga {dilaksanakan|dijalankan|dikerjakan} kelenjar rambut yang terdapat di {komponen} depan {sesudah} liang {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}. Di sini juga diproduksi getah {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} yang bernama serumen. Kita lebih mengenalnya sebagai tai {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} atau getah. Tai {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} inilah yang akan menangkap kotoran dan dengan sendirinya membersihkannya.

Orang {acap kali|sering kali|tak jarang|kerap|kerap kali} salah {kira} {menduga|mengira} tai {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} sebagai kotoran. {Sedangkan|Meskipun|Walaupun|Meski}, fungsinya {amat|benar-benar|sungguh-sungguh|betul-betul} penting untuk membersihkan kotoran yang masuk. Secara alamaiah, kotoran yang masuk akan kering dan keluar sendiri. “Tai {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} {tak} usah dibuang, {selain} {kalau|jikalau|bila|apabila|seandainya|sekiranya} menggumpal dan menyumbat liang {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} sehingga {menghambat} masuknya gelombang {bunyi} ke {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} dalam,” tegas Darnila. Lagipula, {tidak} banyak kasus orang yang mengalami penggumpalan getah ini.

Dalam kadar normal, tai {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} {cuma} menutupi permukaan dinding {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}. {Kalau|Jikalau|Bila|Apabila|Seandainya|Sekiranya} dibersihkan, getah akan diproduksi lagi. {Karenanya}, {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} sebaiknya {tak} dibersihkan dengan {metode|sistem} dikorek. Cukup bersihkan {komponen} luar saja, {adalah|ialah|merupakan|yakni} daun dan muara liang {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}. “{Komponen} lebih dalam dari itu, seumur hidup {bahkan|malah|malahan} {tidak} perlu dibersihkan,” tegas Darnila.

Salah satu yang {acap kali|sering kali|tak jarang|kerap|kerap kali} {dilaksanakan|dijalankan|dikerjakan} orang {ialah|merupakan|yaitu|yakni} mengorek {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}. {Tidak} banyak yang tahu, mengorek {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} justru akan mengakibatkan terdorongnya getah {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} ke {komponen} yang lebih dalam yang bukan tempatnya. {Kalau|Jikalau|Bila|Apabila|Seandainya|Sekiranya} getah ini dibersihkan, {karenanya} getah akan diproduksi lagi. {Kalau|Jikalau|Bila|Apabila|Seandainya|Sekiranya} pengorekan {dilaksanakan|dijalankan|dikerjakan} terus-menerus, getah yang terdorong akan menumpuk dan menyumbat, sehingga pendengaran {bahkan|malah|malahan} menurun {sebab} gelombang {bunyi} {tidak} {dapat} disalurkan dengan {bagus}.

Mengorek {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} juga {dapat} mengakibatkan perbenturan {karena} {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} kita {wujudnya|formatnya} bersudut. Perbenturan ini akan mengakibatkan pembengkakan atau perdarahan. Pengorekan yang terlalu keras atau dalam juga {dapat} mengakibatkan {stress berat|syok}, ditambah dinding {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} kita {gampang} berdarah.

Masih ada lagi, mengorek {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} juga {dapat} bikin {bangkrut|gulung tikar|pailit}. Anda mungkin pernah mengalami batuk-batuk {ketika|dikala} mengorek {telinga|alat pendengar|alat pendengaran}. Nah, hal ini disebabkan adanya refleks {syaraf} pagus yang terdapat di dinding {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}. {Syaraf} pagus {memrentang} ke tenggorokan, dada {hingga} perut. Batuk-batuk {ialah|merupakan|yaitu|yakni} refleks yang ringan. Refleks yang berat dan {membahayakan} {dapat} mengakibatkan {bangkrut|gulung tikar|pailit}.

Muka {tidak} simetris
Mengorek {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} juga {dapat} menyebabkan infeksi. “Infeksi yang berat dan berada di {daerah} yang {peka} {dapat} menyebabkan {mutu|kwalitas} pendengaran menurun, {pun|malah|malahan} {membikin} muka jadi mencong ({tidak} simetris),” ujar Darnila.

Salah satu {syaraf} yang terdapat di {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} {ialah|merupakan|yaitu|yakni} {syaraf} facialis. {Syaraf} ini berada di belakang liang {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}. Fungsinya menggerakkan otot muka dan sebagai {komponen} yang {mendukung|menyokong|mendorong|mensupport} pendengaran. “{Sedangkan|Padahal|Meskipun|Walaupun} {syaraf} ini dilindungi tulang, {tapi|tetapi|melainkan} {kalau|jikalau|bila|apabila|seandainya|sekiranya} infeksi atau gangguan lain {telah} mengenainya, {karenanya} {dapat} mengakibatkan muka menjadi mencong, mata {tidak} {dapat} ditutup, dan lainnya, yang disebut kelumpuhan {syaraf} facialis.”

Infeksi {dampak|pengaruh|imbas} mengorek terlalu keras {dapat} berbentuk seperti {abses|nanah|bernanah} yang {abses|nanah|bisul}. Infeksi {dapat} terjadi di liang {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}, kelenjar rambut, {pun|malah|malahan} {hingga} ke {komponen} {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} tengah di belakang gendang. {Kecuali} {sebab} mengorek, infeksi {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} tengah yang disebut congek {dapat} pula disebabkan oleh adanya infeksi di saluran {napas}, yang berasal dari belakang hidung lalu merambat ke saluran tuba eskafius yang {mengaitkan} rongga di belakang hidung dengan {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} tengah. “{Kalau|Jikalau|Bila|Apabila|Seandainya|Sekiranya} produksi {abses|bernanah|bisul} {kian} banyak, {karenanya} gendang {dapat} pecah atau bocor. {Dampak|Pengaruh|Imbas} {berikutnya}, pendengaran akan terganggu,” lanjut Darnila.
Di dalam {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} terdapat banyak sekali {syaraf}. Itulah {mengapa} {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} {amat|benar-benar|sungguh-sungguh|betul-betul} {peka}. {Saat|Dikala} kita sakit {tonsil}, sakit gigi atau radang tenggorokan, {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} juga terasa sakit, {sebab} {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} kita {dilewati} {syaraf} perasa. {Syaraf} ini akan mengalihkan rasa sakit di {tempat} lain {hingga} ke {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}.

Hindari musik keras
Banyak hal {dapat} menjadi penyebab menurunnya {mutu|kwalitas} pendengaran. Dalam gangguan taraf ringan, orang {cuma} akan {sanggup|cakap|kapabel} mendengar {suara} dengan kapasitas 25-40 desibel saja, taraf sedang 40-60 desibel, dan {kalau|jikalau|bila|apabila|seandainya|sekiranya} lebih dari 60 desibel berarti berada dalam taraf berat.

Penyebabnya {berbagai|pelbagai|beragam|bermacam-macam|bermacam|berjenis-jenis} {jenis|tipe|macam|variasi}, mulai kelainan di {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} luar {sampai} dalam. Kelainan di {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} luar {dapat} disebabkan adanya penyumbatan oleh getah {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}, benda asing, {abses|nanah|bernanah}, atau tumor. Gangguan di {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} tengah seperti gendang pecah, perdarahan {dampak|pengaruh|imbas} benturan pada kecelakaan, terputusnya rantai tulang pendengaran atau keluarnya cairan {sebab} alergi.

Sementara di {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} dalam, gangguan berupa “pingsan” atau matinya sel rambut yang {merubah} getaran mekanik jadi listrik lalu menyampaikannya ke otak. “Pingsan” atau matinya sel rambut disebabkan {stress berat|syok} {berisik}, {semisal|seumpama|umpamanya|contohnya} mendengar terlalu lama dan {acap kali|sering kali|tak jarang|kerap|kerap kali} {suara}-bunyian yang {sangat|benar-benar|sungguh-sungguh|betul-betul} keras, infeksi yang menjalar dari {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} tengah atau {sebab} keracunan obat. {Lewat|Via|Melewati} {sirkulasi} darah, racun dari obat {dapat} {hingga} ke {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} dalam.

Penyakit seperti darah tinggi dan diabetes juga {dapat} mengurangi pendengaran. Pasalnya, penyakit ini {dapat} sebabkan rusaknya pembuluh darah. “{Alhasil|Akhirnya|Hasilnya|Kesudahannya|Walhasil}, {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} dalam sebagai terminal {tidak} {mendapatkan|memperoleh} makanan yang cukup,” ujar Darnila. Sejumlah makanan juga {dapat} menyebabkan penurunan pendengaran {kalau|jikalau|bila|apabila|seandainya|sekiranya} menyebabkan penyempitan pembuluh darah. {Semisal|Seumpama|Misalnya|Umpamanya} garam, lemak dan rokok. Turunnya pendengaran {sebab} darah tinggi, diabetes dan keracunan obat {dapat} menyerang dua belah {alat pendengar|alat pendengaran|kuping}. Sementara penyebab lainnya {cuma} menyerang {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} yang mengalami gangguan. Perlu diingat, gangguan di satu {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} {tak} menjalar ke {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} yang lain.

Kebanyakan gangguan yang terjadi di {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} luar dan {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} tengah {dapat} {diselesaikan|dipecahkan|dituntaskan}. {Padahal|Meskipun|Walaupun|Meski} {kalau|jikalau|bila|apabila|seandainya|sekiranya} mengenai {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} dalam agak {susah}. “{Jika|Jikalau|Bila|Apabila|Seandainya|Sekiranya} sel rambut di {alat pendengar|alat pendengaran|kuping} dalam {cuma} “pingsan”,{semisal|seumpama|umpamanya|contohnya} {dampak|pengaruh|imbas} {memperdengarkan} musik disko selama dua jam saja, {karenanya} pendengaran akan kembali {sesudah} {sebagian} lama menghindar musik keras ini. {Tapi|Tetapi|Melainkan}, {kalau|jikalau|bila|apabila|seandainya|sekiranya} terlalu {acap kali|sering kali|tak jarang|kerap|kerap kali} mendengar musik atau {suara}-bunyian yang {sangat|benar-benar|sungguh-sungguh|betul-betul} keras,{dapat} saja sel rambut itu patah dan {alhasil|akibatnya|hasilnya|kesudahannya|walhasil} {mutu|kwalitas} pendengaran rusak berat. {Biasanya|Lazimnya} hal ini {tidak} {dapat} {dikoreksi|dibetuli|dibetulkan|dibenarkan},” kata Darnila.

{Biasanya|Lazimnya|Umumnya} menurun yang permanen juga {dapat} ditemukan pada bayi dengan kelainan {turunan}. {Tes|Percobaan} pada mereka {dapat} {dilaksanakan|dijalankan|dikerjakan} {percobaan} refleks.  ini {dapat} {dilaksanakan|dijalankan|dikerjakan} oleh orang tua yang merasa curiga {si kecilnya|buah hatinya} {tak} {dapat} mendengar. “Caranya dengan membunyikan sesuatu di {daerah} tersembunyi, yang {tak} {dapat} lihat matanya. Lihat saja, apakah {ketika|dikala} mendengar {suara} {dia} {lantas|segera|seketika} memberi {respons|reaksi|tanggapan} atau {tak}?”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar